CARI SINOPSIS

SINOPSIS Gangaa SCTV Episode 68


Pada suatu hari Tiwari ji masih merasa kesal dengan Ganga ketika itu. Tiwari berkata kepada Gangaa, Mari kita pergi untuk belajar. Tiwari pun pergi ke atas ketika kakinya tersandung. Ia tergelincir dari tangga. Ganga menatapnya bermata lebar. Gangaa pun bergegas menghampirinya. Tiwari terluka parah dan menjerit kesakitan. 

Gangaa pun membantu dia duduk. Kakinya keluar darah. Tiwari pun menyuruh Gangaa untuk segera menelepon seseorang. Lalu Ganga memanggil untuk semua orang tapi tidak ada satupun orang di rumah ini. Gangaa pun pergi menemui Sagar. Ternyata kamar dikunci kamarnya. Suara musik yang sangat tinggi sehingga dia tidak bisa mendengarkan Gangaa memanggil dirinya. Lalu Tiwari ji memanggil Gangaa lagi. 

Tiwari mengatakan kepada Gangaa bahwa tidak ada orang di rumah ini. Aku sekarang tidak bisa bergerak. Aku harus pergi ke rumah sakit. Bisakah kau mencari kain untuk mengikat sekitar kaki saya? Gangaa pun berjalan dan meraih dupatta . Gangaa pun mengikat kakinya. Gangaa berkata Kaki kau semuanya biru. 

Tiwari bertanya bagaimana kau tahu bahwa kaki ku semua biru?. Gangaa menjawab aku tahu sendiri ko. aku ingat Bappa ku dahulu menolong seseorang. Pada saat itu ada Seorang pria telah terluka. Kakinya pada biru semua. Tulangnya pun terluka. Bappa saya telah mengikat tongkat kayu di sebelah luka itu sehingga tulang berdiri tegak. Gangaa pun berjalan ke lantai atas untuk mencari beberapa tongkat. Lalu Gangaa mengambil bantalan kriket Sagar. 

Gangaa pun sangat hati-hati menempatkan kaki Guru ji antara keduanya dan kemudian mengikatnya. lalu Gangaa pergi untuk memanggil becak. Ganga membantu Guru ji dalam berjalan. Dan juga penarik becak itu membantu mereka. Ganga memberitahu pengemudi becak itu untuk benar-benar hati-hati membawa guru ji nya. Hindari sekitar lubang. Saat itu Tiwari ji menatapnya penuh rasa syukur.

Akhirnya Amma ji dan semua orang kembali ke rumah. Lalu Mereka membahas tentang puja. Prabha masih merasa bahwa tidak mungkin memiliki kedamaian di rumah kalau Gangga masih ada di sini. Ketika itu Sagar yang memarahi Yash. Karena dia telah mengambil barang-barang keluar kit kriket saya? lalu Semua orang mendengar dia berteriak. Mereka pun menuju lantai atas. Yash bertanya tentang Ganga. 

Saya telah melihat dia sebelumnya mengambil kit kau Sagar. Madhvi bertanya-tanya mengapa Gangaa melakukannya?. Yash mengatakan, mungkin dia ingin balas dendam. Sagar pun mengatakan kau telah mendengarkan musik pada volume tinggi. Jadi Gangaa tidak bisa berkonsentrasi pada belajarnya. Prabha menjawab, itu hanya alasan Gangaa saja supaya tidak belajar!. Saat itu Madhvi tidak begitu yakin bahwa Ganga ada di balik itu.

Kemudian Ganga memasuki ruangan dengan bantalan kriket. Mereka semua melihatnya. Yash menyebut Gangaa seorang pencuri. lalu Sagar tegur Ganga untuk merusak bantalan kriket nya. Madhvi pun memberitahu Sagar untuk tidak berteriak begitu banyak. kamu bisa tenang. Saat itu Yash bersikeras mengatakan bahwa Gangaa adalah seorang pencuri dan juga dia ingin membalas dendam kepada Sagar. 

Ganga pun menurun. Omkar juga mengatakan bahwa Ganga hanya dapat membuat kerugian / masalah di rumah ini. Lalu datanglah Niru saat itu. Sagar mengeluh kepadanya terhadap Ganga. saat itu ada Tiwari ji berjalan ke ruangan itu. Saya akan memberitahu kalian kata Tiwari kepada mereka semua. Semua orang pun kaget melihat dia berjalan dengan bantuan tongkat. Ganga tidak bersalah. Niru pun bertanya tentang kakinya. 

Tiwari ji mengatakan apa pun bisa terjadi tapi Ganga menyelamatkan saya. Tiwari ji pun menceritakan semua insidennya kepada mereka semua. Aku tidak tahu Gangaa bisa begitu pintar. Dokter juga memuji dia. Orang lupa segalanya di masalah ini tapi gadis ini menyelamatkan saya dengan kecerdasan nya. 

Saya berada di masalah besar jika dia tidak membantuku tadi. Tiwari mengatakan keapda Sagar bahwa kau harus bangga dengan temannya. Niru pun melihat Ganga. Tiwari ji mengatakan, berkat Ganga yang menyelamatkan aku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika tidak ada dia tadi. Niru mengatakan kepada Ganga bahwa aku bangga padanya. Aku tahu kau pintar. Semua orang pun melihat mereka bermata lebar. Tiwari ji pun setuju untuk mengajar Ganga. Aku tidak pernah bisa melupakan kebaikan nya. Saya pasti akan mengajarinya kata Tiwari ji. 

Ganga pun merasa senang. Niru setuju untuk mengirim Ganga ke rumah Tiwari ji itu mulai besok. Tiwari ji ingin datang setiap hari. Niru menepuk pipi Ganga dengan manis. Lalu Niranjan menyuruh madhvi untuk membuat teh untuk Guru ji. Ketika itu Ganga berjalan ke arah Sagar. Sekarang kau tahu aku tidak mencuri. Sagar pun tidak menjawab. Lalu Sagar pergi ke lantai atas.

Keesokan paginya, Amma ji bangun. Dia melihat Ganga sedang belajar. Dan juga ada Tiwari ji datang untuk mengajarinya. Dia mulai belajar dengan baik. Lalu ada Sagar mengintip Gangaa dari pintu. Saat itu Niru lewat ruang Amma ji, Niru melihat Ganga tidur dengan buku di sampingnya. Lalu Niru pun mengambil buku itu dengan hati-hati menyimpannya samping Gangaa. Niru pun menyelimuti Gangaa dan membelai kepalanya. 

Ganga telah belajar seharian dan malam. Dia kerja keras untuk menghafal tabel. Lalu saat itu Amma ji tegur Gangaa untuk belajar sepanjang waktu. Amma ji pun menyuruh Ganga untuk mencuci pakaian. Saat itu Ganga sedang menghafal sebuah sajak bahasa Inggris saat mencuci pakaian. Sagar berdiri di sana dengan senyum saat mendengar dia menghafalnya. Dia meluruskan wajahnya ketika Ganga melihat dia. Gangaa menatapnya tapi Sagar malah berjalan pergi.

Akhirnya Ganga telah menyelesaikan pekerjaannya tanpa kesalahan apapun. tulis tangannya juga telah meningkat. Niru bertanya tentang kemajuannya. Tiwari ji berbicara semua positif tentang dia. Dia bisa menulis bahasa Inggris sedikit lebih baik. 

Dia dapat mengatasi jumlah matematika juga. Niru pun merasa senang mendengar kabar dari Tiwari ji tentang Gangaa. Ganga telah bekerja keras seharian . Saya mengamati dirinya. Lalu Ganga bertanya kepada Guru ji apakah kau siap untuk memberikan ujian?. Namun Guru ji menyangkalnya. BACA SELANJUTNYA || SINOPSIS Gangaa SCTV Episode 69