CARI SINOPSIS

SINOPSIS Gangaa SCTV Episode 9


Episode kali ini dimulai dari cerita Ganga yang sedang berbicara tentang mainan dengan Sagar. Ganga pun mengatakan Setuju, karena dia belum melihat mainan seperti itu dalam hidupnya, tetapi saya tidak menginginkannya. Sagar pun bingung dengan kata-kata Ganga tadi. Dia mengatakan aku sendirian saja bermain mainan itu, tapi kan aku tidak memiliki mainan itu sehingga aku tak perlu dikasihani orang. Sagar pun menyatakan bahwa semua orang mengatakan bahwa kau keras kepala. dan Dadi juga mengatakan seperti itu, apa pun yang terjadi dengan kau, pasti selalu benar. 

Dan Ganga pun pergi ke lantai bawah untuk memenuhi panggilan Maharaj ji. Dia  melihat Maharaj ji wajah yang sedang sedih. Ganga pun memberikan gula untuk diberikan kepada Amma ji. Maharaj ji  mengatakan,Ganga kau jangan ikut masuk ke dalam ruangan. Dan Amma ji saat itu sedang berdoa sambil menyiapkan tempat tidurnya. Dia melihat Ganga berdiri di depan pintu. Saat itu Amma ji sedang  merasakan rasa sakit di kakinya. Dia pun mengambil gula dari Ganga dan kemudian mengatakan kepadanya untuk pergi tapi Ganga tetap berdiri di sana sambil mengamatinya. Ganga pun saat itu diperintahkan untuk menutup jendela kamar Amma ji. 

Saat itu Ganga bertanya kepada Maharaj ji, mengapa Dadi memasak makanannya secara terpisah. Maharaj ji pun menjelaskan, karena kalau seorang janda tidak bisa makan makanan yang dimasak di campur dengan kita. Lagu lain penuh semangat memainkan dan Ganga pun merasa bahagia.

Ganga pun bertanya lagi kepada Maharaj ji, apakah dadi suka lagu aneh itu?. Maharaj ji pun mengangguk. Kata Ganga , Semua orang di desa senang saat saya menyanyikan lagu ketika Sawan tiba. Maharaj ji pun tahu tentang hal itu juga. Lagu itu disebut Kajri tapi lagu-lagu jadul yang ada lebih enak sekarang dibandingkan dengan Kajri. Ganga pun melanjutkan lagunya sementara itu Maharaj ji pun duduk di sudut.

Saat itu Ganga sedang bermain di ayunan dan dia teringat kepada ayahnya, dia pun menyanyikan lagu yang dulu nya sering dinyanyikan bersama ayahnya. Dia menyanyikan lagu, O Amma Mere Baba ko Bhejo ji. Maharaj ji dan madhvi mendengarnya dengan terkejut dan Amma ji pun menutup telinganya agar dia bisa berkonsentrasi saat dia di puja nya. Maharaj ji dan madhvi pun merasa tersentuh saat mendengarkan kata-kata nyanyian Ganga.

Keesokan paginya, Amma ji kembali setelah dia memuja untuk Ganga dan keluarga. Dia memberikan puja Thaal ke Ganga setelah sebelumnya sudah memberitahu bahwa Ganga harus mandi dahulu. Dan kelihatannya Sagar bergegas untuk menyambut Dadinya, dia ingin meminta Prasad kepada Dadinya. Tapi saat itu malah Ganga yang memberikan Prasad itu kepada Sagar, tapi Sagar marah padanya saat dia turun dari tangga. Sagar mengatakan, Aku akan mengambil Prasad hanya dari Dadi saya. Amma ji pun lebih setuju jika Dadinya yang memberikan itu pada Sagar. Sagar pun sepertinya terlihat marah ke arah Ganga saat dia sebelum menuju kembali ke kamarnya. Amma ji pun memerintahkan Ganga untuk memberikan Prasad ini kepada Niranjan dan madhvi.

Saat itu Pulkit masuk kedalam kamar Sagar dan dia menemukan kaus kaki di dalam lemari Sagar. Dan Pulkit juga saat itu melihat mainan kereta, dia pun menanyakan mainan itu kepada Sagar. Mengapa kau membawanya kembali? Setahu aku kan kau sudah berikan itu kepada Ganga?.  Sagar pun menjawab, Ganga telah menolak untuk mengambilnya. Dia sangat keras kepala. Mengapa saya harus peduli jika dia tidak menginginkannya? Dia pun langsung menyimpan kembali mainan itu ke lemarinya. Pulkit pun hanya tersenyum dan berpikir bahwa minimal ada seseorang di rumah ini yang bisa mengerti seorang Ganga dan melakukan apa yang dia inginkan.

Ketika itu kelihatannya Madhvi sedang merapikan tempat tidurnya. Dan Niranjan memanggil dia, sepertinya ada yang ia ingin bicarakan. Dia pun memanggil Madhvi kedepan. Niranjan pun berbicara kepadanya tentang Ganga. Niranjan mengatakan, Ganga adalah gadis yang sangat sederhana dan indah. Ketika mereka berdua sedang membicarakan Ganga,  Ganga pun sedang mendengarkan mereka dari kejauhan. Madhvi mengatakan, semakin lama dia tetap di sini, semakin dia akan tumbuh menyukai semua orang. Saya mendengar dia bernyanyi dengan suara yang sangat merdu kemarin itu. Saya sangat tersentuh dengan nyanyian Ganga. 

Dan Sagar juga pada waktu itu ikut membicarakan Ganga dengan mereka. Niranjan mengatakan, aku menemukan dia saat aku melihat gadis ini dia kelihatan baik, tapi Ganga adalah anak orang lain. tidak mudah untuk menaikkan seorang gadis ke rumah kita? itu adalah tanggung jawab yang besar bagi kita. Dia masih muda tapi dia akhirnya akan tumbuh dewasa, dia pasti tahu bagaimana kelanjutan hidupnya. Apa yang akan kita lakukan jika suatu saat nanti ada yang kesalahan dengan dia? Prabha Bhabhi juga berbicara tentang hal itu. Saya juga seperti Ganga tapi kita tidak bisa mengabaikan fakta-fakta. Saya setuju bahwa Prabha Bhabhi melebih-lebihkan hal sedikit tapi bahkan Amma ji tidak senang dengan Ganga tinggal di sini. 

Saat ini mereka semua khawatir sekali, semoga saja tidak ada halangan dalam dharma nya dan puja nya. Sebenarnya mereka tidak salah saat apa yang mereka katakan tentang Ganga. suatu hari  Kami harus membuat beberapa aturan untuk Ganga. kau hanya perlu melihat di mana dia pergi dan apa yang dia lakukan sehari-harinya, agar kita bisa menilai dia. Amma ji telah jelas mengatakan kepada saya untuk membawa Ganga pergi dari rumah ini. Namun Niranjan bilang, aku sudah berbicara dengan Raghav ji tentang hal itu. kita akan menemukan jalan keluar. Amma ji juga tidak keberatan sampai waktu yang tepat untuk membawa pergi Ganga dari rumah ini. 

Ketika itu Ganga datang ke Sagar yang sedang bersama Pulkit di kamarnya. Saat itu Sagar menyuruh Pulkit untuk mempertajam pensilnya tapi Pulkit malah menghabiskan pensil itu. Sagar pun melihat Ganga saat itu. Apakah kau berdua bertengkar? Dia telah meninggalkan sekolah. Ganga pun langsung berpikir tentang kata-kata Niranjan. Ganga pun mencoba untuk membantu Sagar untuk mempertajam pensilnya untuk dia tapi dia terus berusaha melakukannya dengan sendiri. Dia pun mulai berkemas tas sekolah, Sagar pun mengatakan kepada Ganga agar dia tidak menyentuh barang-barangnya. Sagar pun langsung Pergi. Ketika itu Ganga melihat kit kriket di sudut dan dia juga mendapat ide agar bisa berteman lagi dengan Sagar. Ganga bertanya kepada Sagar, Berapa banyak yang telah kau cetak gol di pertandingan kriket? Apakah kau pernah mencetak 100? Sagar pun menjawab, aku belum pernah mencetak angka sebesar itu. 

Akhirnya hati Sagar luluh dan dia mengatakan kita akan bermain setelah aku kembali dari sekolah. kau dapat mencetak 100 gol ujar Ganga. Sagar pun mengundang Ganga ke sekolahnya saat dia sedang istirahat . Temui aku di luar sekolah. Dia membuat sketsa rute untuknya sehingga ia bisa mencapai sekolah Sagar. Sagar juga memberinya uang agar dia bisa mencapai sekolah. Dia mengatakan padanya untuk mencapai sana harus siang hari. Tapi Jangan bilang ini kepada siapa pun karena itu adalah rahasia antara kami berdua. Ganga pun bertanya kepada Sagar, apakah kau masih marah padaku? Dia pun akhirnya menggelengkan kepalanya. kemudian dia pergi ke  sekolah. Dia mengatakan Amma ji telah menang, karena dia telah mengirimkan saya keluar dari rumah ini pasti dia bahagai. Kalau  begitu Saya akan tinggal di sini saja ujar Ganga.

Ketika itu Niranjan sedang berjalan di sekitar ruangan karena sedang menyiapkan berkasnya. sementara madhvi mengikuti di belakangnya karena dia akan membuat makan sesuatu. Saat itu Niranjan melihat Ganga berjalan ke suatu tempat, Niranjan mengatakan berhenti dan bertanya padanya apakah kau sudah sarapan? Ganga hanya menggeleng saja. Dan Niranjan pun segera memanggil Maharaj ji dan mengatakan kepadanya agar dia mengurus Ganga. Dia adalah seorang anak kecil , sejak pagi tadi dia belum makan apa-apa jadi berilah dia makanan apa yang dia sukai ujar Niranjan yang berbicara kepada Madhbi. Niranjan bertanya kepada Ganga, aku sekarang akan pergi kepasar, apakah kau ingin menitip barang, makanan atau sejenisnya? Ganga hanya menggelengkan kepalanya yang sambil senyum manis di wajahnya. kau sangat cerdas. Dengarkan apa yang orang tua katakan di rumah kepadamu dan jangan biarkan Amma ji memarahi mu. Ganga pun hanya mengangguk. setelah itu Madhvi memberikan jus untuk Niranjan.

Saat itu Ganga sedang berjalan di dalam ruangan dan Sagar telah memastikan agar tidak ada yang melihat sekitarnya. Sagar sudah membuat peta untuk Ganga petunjuk jalan ke sekolahnya yang Sagar sudah gambar di  mata air halaman nya. Dia menyadari bahwa itu ditulis dalam bahasa Inggris. Dia berkonsentrasi sedikit dan kemudian ingat nama sekolah nya (Lawrence School). Dan dia langsung mengambil kit kriket dibawahnya. Dia menyembunyikan diri dari Maharaj ji dan madhvi yang sedang bekerja di dapur. Dia menemukan pintu utama tapi terkunci ketika namun akhirnya pintu itu bisa terbuka.

Ganga sangat cerdas dia melempar kriket kit itu ke sudut lain sehingga tidak ada yang mempertanyakannya. Dia pun berjalan santai dan pergi ke arah itu, ketika berjalan, dia bertemu dengan Amma ji. Ganga pun berusaha bersembunyi. Saat itu Amma ji mengingatkan kepada Maharaj ji untuk membuat Khidir untuk Sagar. Amma ji pun langsung duduk di halaman itu. Ganga merasa khawatir karena ia melihat jam dinding sebentar lagi pasti Sagar menunggu dia. Sagar mengatakan kepada saya untuk tidak memberitahu hal ini kepada siapapun bahwa saya datang ke sekolahnya. Bagaimana saya bisa pergi jika Amma ji masih duduk di sini saja? BACA SELANJUTNYA || SINOPSIS Gangaa SCTV Episode 10